Pengalan cerita Novel terbaruku. heheee…. (Belagu)

Judul : Jalan antara hitam dan putih,

Cerita ini aku mulai dengan bau busuknya air sungai kecil yang terletak di samping trotoar jalan. Disampingnya berdiri sebuah pagar tinggi bangunan tua yang mulai rusak. Bau busuk tercium menyengat hidung bersatu dengan debu-debu yang berterbangan tertiup angin, diantara malam yang semakin gelap. Bintang bersinar seperti debu-debu langit yang muncul dari purnama yang tak sempurna. Tidak ada tirai-tirai awan yang berani menutupi keanggunan dan kesombongan alam yang begitu megah. Angin yang berhembus membawa bau busuk kehidupan, keangkuhan manusia, buktinya merubah air suci menjadi air yang kotor dan berbau. Tapi keangkuhan manusia adalah sesuatu yang bodoh. Manusia hanya bisa meratapi dan berfikir hal itu nyata, padahal sisi sebenarnya itu hampa dan kosong, tak ada tempat dan cara untuk merubah kenyataan ini. Seperti halnya air yang ada di sungai yang bau, kotor, menjijikan dan terbuang sia-sia.

Aku seperti air sungai itu, badanku bau busuk dan terbuang diantara debu-debu jalanan. Aku bukan lagi orang yang suci walau dilahirkan dalam rahim yang sempurna dan besih, mereka merubah hidupku menjadi seperti ini. Mereka yang mebuatku seperti ini, mereka pula yang menuntunku menuju jalan ini, Jalan yang penuh debu, sampah, darah, dan kotoran yang menjijikan. Duniaku seperti hutan pedalaman dimana yang kuat bisa berkuasa, hukum bukan sesuatu yang harus dipatuhi, melanggar adalah sesuatu kebanggan dan prestasi besar bila terbebas dari hukuman yang semestinya. Duniaku dunia bebas dan tidak menyenangkan. karena di duniaku tempat berkumpulnya setan-setan yang berpesta darah, penghianatan dan dosa-dosa yang menggunung disetiap waktu. Darah adalah makanan sehari-hari dan keperawanan wanita suci adalah hidangan terlezat bagi mereka. tapi, jangan salahkan aku karena jalan inilah yang ditunjukan Dia kepada aku.

Mungkin misteri ini bisa membuka gerbang mata hatiku untuk melihat dengan jelas bahwa arti kehidupan bukan seperti itu saja. Banyak cerita dan kejadian yang timbul dari orang-orang yang hidup. Mereka punya cerita dan permasalahan yang membuatnya menangis dan tertawa. Mungkin aku adalah jelmaan setan yang angkuh menatap kebebasan yang tak terbatas diantara pedang-pedang dan duri-duri yang siap menghancurkanku dengan satu sentakan saja.

Aku bukan pengemis yang meminta-meminta dan menonjolkan kesengsaraan. Aku juga bukan orang yang betampang dua antara setan dan malaikat. Aku sebenarnya orang yang polos dan telanjang bila harus mengungkapkan perasaan. Aku juga punya cinta dan belas kasihan namun semua tertutup dengan keangkuhan angkara yang membara didalam hati, membakar semua dan menghanguskan. Aku hidup dengan kekejaman dan makan dengan kucuran keringat mereka yang ku renggut. Aku memang jahat tapi aku adalah aku yang bisa hidup dengan jalan seperti ini. Memang semua orang bisa memilih kehidupannya namun jalan hidup ini akan susah dibelokan begitu saja semua membutuhkan arah dan petunjuk serta keiinginan.

Aku adalah manusia yang terjebak diantara hitamnya malam dan gelapnya kehidupan. Tidak ada setitik cahayapun yang bisa menyala dalam hati ini, semuanya seperti ruangan yang hampa udara dan tertutup rapat hingga tidak setitik pun cahaya bisa masuk kedalam hatiku dan hati mereka yang menuntun diriku yang polos dan telanjang berjalan diarah yang mereka tunjukan kepadaku. Terlambat untuk menyesal dan kembali kepada persimpangan jalan yang telah ku lewati semua sudah kepalang basah dan tubuhku sudah basah kuyup dengan darah-darah yang mereka semburkan kepada badanku, membekas dan mengering.

Sebenarnya aku tidak haus akan kasih sayang. Keagungan seorang ibu yang membesarkanku dengan kasih saya membuatku bosan dan ingin diperlakukan beda. Aku ingin menemukan jati diriku dan memilih jalan kehidupanku sendiri. Aku ingin terbang dan lepas dari rasa sayang yang berlebih membuatku terpenjara dalam larangan-larangan yang membuatku penat. Aku ingin lepas darimu Ibu, aku ingin mandiri dan aku ingin menjadi diriku sendiri. Dan kini aku merasa ini salah dan aku tak bisa kembali memutar waktu untuk tetap seperti dulu. Aku harus menjalani kehidupanku seperti ini karena aku memilih jalan ini. Maafkan aku Ibu aku hanya manusia yang bodoh dan tak berbakti. Semoga kau memaafkan aku.

………………………….. heheh… kepajangan uy cerita di sini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.