Perumpamaan tingkat keimanan

Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya adalah cara kita beriman kepada pencipta kita yaitu Allah SWT. Dalam menjalankan keimanan manusia terbagi kedalam perumpamaan-perumpamaan. Perumpamaan itu terbagi kedalam tiga yaitu manusia sebagai penakut, pedagang, dan pencinta. Perumpamaan diatas memiliki arti dan cara beriman kepada Allah SWT berbeda satu sama lain. Berikut adalah penjelasan yang bisa dijadikan sebagai gambarannya.

1. Manusia penakut

Dikarenakan adanya nereka dan azab Allah SWT. Sehingga sebagai manusia akan takut melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT, sehingga mereka berusaha untuk menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya sehingga selamat dari azab dan neraka.

2. Manusia pedagang

Seorang pedangang tidak jauh dengan sistem jual-beli. Artinya kita melakukan kebaikan senantiasa berharap mendapat sesuatu balasannya juga. Menghitung-hitung pahala yang di peroleh dan dengan hal itu akan mendapatkan kebaikan yang besar pula.

3. Manusia pecinta.

Seorang pecinta sejati akan menjalankan sesutau dan rela berkorban apa saja demi yang dicintainya dan dengan yang dilakukannya itu dia tidak mengharap balasan dari sesuatu yang dicintainya. Pada perumpamaan ini seseorang yang mencintai Allah SWT dengan segenap jiwa dan raganya merupakan derajat tertinggi orang-orang yang beriman kepada Nya.

Dari perumpamaan diatas, renungkanlah anda masuk kemana? mudah-mudahan kita menjadi orang yang selalu mencintai dan merindukan Allah SWT yang maha pencipta, pengasih dan penyayang. Amin..

Kutipan Kultum

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.