Ketika hati berbisik dan mengungkapkan keraguan atas tindakan yg dilakukan oleh akal, maka dia berbisik dengan hati yg berdebar mengungkapkan bisikan-bisikan yang membuat jiwa menjadi lemah. Dengan begitu senyum menjadi hambar dan rasa was-was menghantui setiap langkah. Walau membawa perasaan percaya diri tetapĀ hati tidak bisa menyembunyikan kerisauannya yang akan terpancar dalam aurora.
Ketika kerisauan itu nyata tepat didepan mata kita dan munculah kata-kata yg menyayat, tindakan yg membuat nafsu amarah menyala membakar hari maka hilang segala akal yang muncul terbakar habis menjadi abu, tersisa serpihan jiwa untuk tetap sabar menaha emosi yg semakin membara membakar semuanya.
Senyum di bibir mengobati sedikit risau, amarah dan kekesalan yg terus membara walau terus terang wajah tidak bisa berbohong semua bisa terlihat begitu nyata. Setiap orang akan merasakan kecuali orang-orang yang senang dengan keadaan ini. Mencaci dan memaki harapan hati namu ku tak berdaya.
Bibir hanya bisa berbohong dalam perasaan, memperlihatkan kebahagiaan yg palsu dengan senyum dah tawa. Jauh dalam diri hancur adalah kenyataan dan jiwa mengumpulkan semangat dengan mimpi-mimpi yang terkadang berlebihan dan bersebrangan dengan akal.
SEMANGAT… my friend’s, teruslah berbohong dan berbohong dengan senyum bibirmu karena itu yang kita bisa.
Filed under: Ngasal Aja..