Seluruh tubuhku sudah enggan berteman dengan jiwaku. Paru-paru sudah enggan untuk memberi jiwaku udara, jantung sudah malas-malas mengalirkan darah dan ototku sudah enggan kugerakkan. Jiwaku tidak berdaya hanya bayangan-bayangan masa lalu yang selalu setia menemaniku. Tapi aku menolaknya dan berusaha mengenyahkan bayangan itu. Tatapan kosongku menembus waktu hingga kejadian masa lalu terlihat dengan jelas. Kisah [...]
Filed under: Novel aku | Tinggalkan sebuah Komentar »